Mengapa harus memakai atap baja ringan

Ya...mengapa harus memakai kerangka atap baja ringan? Sebenarnya umur rata-rata dari atap sekitar 20 tahun. Hal yang paling umum digunakan adalah dengan rangka kayu pada saat itu. Walau sebenarnya penggunakan kayu tetap masih ada sampai saat ini.
Dengan perkembangan teknologi khususnya atap maka dibuatlah rangka atap baja ringan, yang kokoh dan kuat serta tidak mudah berkarat, tidak akan dimakan rayap seperti kayu.



Kerangka atap baja ringan saat ini adalah salah satu bahan yang paling popler saat ini. Kerangka atap seperti ini telah banyak digunakan untuk bangunan-bangunan komersial seperti pabrik sampai kepada perumahan. Selain itu harga yang terkjangkau membuat konsumen menjadi tertarik untuk menggunakannya untuk atap rumah mereka.

Bahan-bahan material lain mungkin saja akan ada pada masa-masa mendatang yang memberikan keuntungan untuk pengguna atap, tetapi rangka atap baja ringan saat ini sangat populer sehingga telah di produksi secara massal di Indonesia.
Perawatan rangka atap juga bisa dibilang minimal apalagi dibandingkan dengan kayu yang harus diperiksa secara berkala melihat kondisi kayu apakah sudah lapuk atau dimakan rayap. Rangka atap baja ringan paling cocok untuk kondisi alam seperti di Indonesia yang kelembabannya yang tinggi.

Untuk dipasaran bannyak dijual dalam per meter, per batang atau dalam suatu paket berikut genteng serta harga pemasangannya sekali gus. Soalnya produsen pembuat atap baja ringan belum membuat standardnisasi untuk desain serta bahan yang digunakan sehingga banyak konsumen apalagi pemula dalam memakai atap baja ringan cukup kebingungan untuk memakai produk yang mana.

Bagaimanapun juga desain apapun yang mereka gunakan, anda harus teliti dengan bahan yang digunakan. Sebagai contoh atap baja ringan banyak menggunakan bahan Galvalum. Artinya Galvanis yang dilapisi seng dan alumenium sehingga tahan karat dengan material yang ringan.
Ketebalan material adalah hal yang perlu anda teliti. Tebal yang digunakan cukup bervariasi, seperti mulai dari 0.55 mm, 0,75 mm dan ada yang 1.05 mm.
Tentu saja harga pasti beda jika menggunakan tebal yang berbeda pula. Harga semakin mahal jika makin tebal.



Melihat tipisnya kerangka atap baja ringan mungkin kita ragu apakah bahan tersbut mampu menahan beban atap genteng? seperti genteng keramik misalnya?Apalagi terbayang dengan ketebalan kayu. Keraguan itu akan terhapus karena sudah melewati uji kekuatan material untuk menampung beban atap. Kerangka atap baja ringan juga tahan terhadap api, jelas berbeda dengan kerangka kayu.

Untuk pemasok material banyak produsen dalam dan juga luar negeri. Bluescope adalah salah satu perusahaan yang paling populer untuk penggunaan atap baja ringan.
Bahan dengan paket pemasangan termasuk genteng adalah paling umum banyak dijumpai apalagi di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Medan, Bandung, Tangerang, Surabaya, Semarang, Jogja, Makassar, Sidoarjo dan kota besar lainnya.

Teknologi kerangka atap dan bahan untuk atap itu sendiri akan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan, harga yang lebih murah, kuat dan tahan lama, tahan terhadap karat, tidak mudah lapuk dan berjamur, mudah di daur ulang dan sebagainya

No comments:

Post a Comment