Perbandingan atap genteng dan beton

Mungkin perlu untuk membuat perbandingan atap genteng dengan atap beton terutama mengenai harganya selain itu masing-masing keunggulan dan kekurangannya. Mungkin yang sering menjadi pertanyaan adalah mana harga atap yang termurah ?



Kalau ingin harga yang termurah jelas menggunakan genteng menjadi pilihan utama. Perlu menjadi pertimbangan adalah masing-masing kekurangan dan kelebihannya.
Sebagaimana dengan membangun rumah perlu pondasi yang kokoh, sama pula halnya dengan atap genteng dengan pondasi yang kokoh pula agar dapat menahan beban genteng tersebut.

Bila diperhitungkan dengan perbandingan dengan atap beton jelas bahwa beban yang diterima kerangka dinding jelas lebih ringan menggunakan atap genteng karena atap beton harus seluruhnya dinding yang menjadi pondasi dasar dari atap tersebut. Dengan demikian harus diperhitungkan pondasi dari kekuatan dinding untuk menahan beban beton yang relatis juga lebih berat dari atap genteng.

Perlu diketahui bahwa membuat kerangka untuk atap atau dak beton lebih lama dengan menggunakan atap genteng. Atap beton juga memakan waktu kering dari beton tersebut
Sebagai contoh jika menggunakan atap genteng, anggaplah menggunakan kuda-kuda baja ringan sekitar 200.000 rupiah per meter ditambah ongkos pasang 20.000 ribu rupiah per meter atau bisa juga dengan upah harian buruh atau borongan. Ditambah dengan harga material genteng sekitar 25.000 rupah per meter. Secara kasar harga per meternya sekitar 245.000 rupiah per meternya.

Bagaimana dengan beton? Anggaplah menggunakan tebal beton sekitar 12 cm dan ditambah dengan balok betan sekitar 18 cm. Harga konstruksi beton dengan lantai sekitar 3000.000 rupiah per meter kubik. Jadi biaya yang diperlukan per meternya adalah 0.18 x 3000.000/m3 =  540.000 rupiah belum lagi ditambahn biaya pembuatan kolom dan pondasi. Biaya dengan atap dak jelas lebih mahal.
Hanya saja dak lebih kuat dari genteng dan bagian atap masih bisa digunakan dengan keperluan lain seperti menjemur pakaian dan lain-lain.

Atap beton memang agak jarang dibuat untuk perumahan biasa, kebanyakan kita jumpai untuk rumah toko atau ruko. Atap beton tentu saja anda dengan mudah berdiri diatasnya karena lantai paling atas digunakan untuk keperluan tertentu seperti menjemur kain. Anda juga dengan mdah membersihkannya.
Kerugiannya juga ada seperti penumpukan air diatas karena atap beton umumnya datar.



Tentu berbeda dengan atap genteng yang biasa dipakai untuk rumah biasa termasuk rumah sederhana dan rumah minimalis. Anda tidak mudah untuk mengecek termsuk untuk membersihkannya. Kejadian yang paling sering dialami adalah perbaikan justru setelah ada kebocoran atau kerusakan.
Barulah dipanggil tukang yang biasa mengerjakannya atau melakukan renovasi seperti penggantian rangka atap.
Jika kita lihat penggantian rangka atap kebanyakan  pemilik rumah beralih dari rangka atap kayu ke rangka atap baja ringan.
Hal ini disebabkan rangka kayu yang tidak tahan kelembaban apalagi untuk daerah tropis seperti Indonesia dengan rangka atap baja ringan yang kuat dan lebih tahan lama.

Membuat semua perbandingan harga atap serta keunggulan dan kekurangan material sangat diperlukan sebelum memutuskan pilihan sangatlah penting.
Hal ini perlu pertimbangan yang serius apalagi sedang pembangunan rumah baru. Investasi yang anda keluarkan tidak kecil sehingga perlu pemilihan bahan yang ssuai agar tidak membongkar atau merenovasi ulang karena kesalahan pemilihan bahan.Bisa saja pemilihan harga yang murah bukan tujuan utama tetapi adalah fungsi serta keunggulan atap yang akan dipilih.

No comments:

Post a Comment