Atap dak beton

Atap dak beton
Atap dak beton semakin banyak digunakan dengan kelebihan dan kekurangannya
Atap dak beton makin banyak digunakan pada saat ini terutama untuk perancangan bangunan baru terutama yang bertingkat apalagi seperti ruko rata-rata atap di atasnya dibuat dengan atap dak beton dan masih bisa digunakan untuk berbagai keperluan seperti menyimpan barang atau menjemur pakaian.



Tergantung daerahnya untuk daerah yang sering menghadapi badai, kebakaran atau gempa bumi banyak menggunakan atap dak beton apalagi untuk daerah-daerah atau negara yang sulit mendapatkan kayu sebagai rangka untuk atap maka pilihan atap dak beton adalah pilihan yang tepat

Keunggulan lain atap dak beton adalah bentuk atap yang dipastikan kokoh dan kuat terutama lempengan dari beton tersebut karena tebalnya bisa mencapai beberapa inci tergantung bagaimana bangunan itu atau desainnya dibuat.

Dengan menggunakan atap dak beton anda tidak perlu untuk mengganti rangka karena memang tidak menggunakan rangka untuk menahan atap seperti kayu atau baja atau mengganti rangka atap. Rangka kayu usianya pada kisaran 10 sampai 20 tahun terutama kayu dan usia rangka lebih sedikit untuk rangka atap baja ringan. Atap dak beton jauh melebihi itu tergantung kepada ketebalan beton yang dipasang.

Atap dak beton biasanya dibuat dalam tiga lapisan langkah pertama dengan membangun kerangka kemudian campuran beton dituangkan ke dalam bingkai yang telah dibuat berdasarkan kerangka yang telah dipasang tersebut kemudian beton yang terdiri campuran semen dan pasir tersebut dimasukkan ke dalam kerangka yang didalamnya sudah dilapisi baja di dalam bingkai dan pengaturan struktur beton dibuat sampai kering lalu setelah selesai bisa menambahkan beberapa dekoratif baik terutama bagian dalam atau pun di luar bisa dibuat dengan stamping beton atau ditambah sirap dengan berbagai corak jika ingin menambah dekorati dengan penambahan dari luar.




Untuk negara-negara atau daerah yang ada angin kencang termasuk hujan es maka atap dak beton ini sangat efektif digunakan sebagai atap. Soalnya terpaan angin dan hujan es, termasuk gempa jenis atap dak beton ini lebih kuat dibandingkan dengan jenis atap lainnya.
Atap dak beton lebih tahan terhadap api, asam, dan tidak perlu memikirkan rangkanya dimakan rayap seperti kayu.

Karena bentuknya datar maka masih bisa difungsikan untuk keperluan lainnya terutama untuk lantai. Selain itu tidak perlu membuat tampilan atap karena atap tidak bisa tampak langsung karena bentuknya datar.

Walaupun demikian dengan kelebihannya atap dak beton juga punya kekurangannya. Atap dak beton biasanya pada posisi rata sehingga kalau hujan turun maka air tidak akan secepat atap lain yang posisi atapnya miring antara 20 - 30 derajat seperti atap genteng. seng dan lainnya sehingga air dengan mudah meluncur turun. Genangan air memungkinkan terjadi pada atap dak beton. Untuk itu perawatan atap dak beton harus secara rutin dibersihkan untuk menghindari tumbuhnya lumut pada atap. Selain itu juga kemungkinan merembes nya air memasuki beton. Untuk itu biasanya dilapisi dengan waterproof pada bagian atas.

Kerugian lainnya adalah pemasangan nya bisa dibilang cukup rumit jika dibandingkan dengan atap jenis lain dan biayanya juga lebih mahal. Atap juga dengan mudah menampung sampah, debu atau kotoran lainnya. Dengan kondisi beton sebagai atap maka rangka bangunan akan menanggung beban lebih berat, dan tidak gampang untuk membongkar nya bila dibandingkan dengan jenis atap lainnya jika kita ingin memodifikasinya.

Kelembaban pada atap dak beton cenderung lebih tinggi karena air yang merembes memasuki beton karena air tidak langsung meluncur turun bila dibandingkan dengan jenis atap lainnya.

Jadi keuntungan dan kerugian atap dak beton tetap ada tergantung bentuk desain rumah yang dibuat dan resiko perubahan cuaca yang drastis, adanya gempa bumi, kebakaran dsb maka pilihan atap dak beton menjadi pilihan utama.