Memilih harga atap paling murah

Apakah anda kini sedang memilih produk atap paling murah? Jika ya mungkin anda memerlukan bebarapa alternatif sebelum menentukan pilihan selain kualitas atap yang seharusnya juga anda pikirkan yang paling utama.
Atap merupakan bagian yang sangat penting untuk sebuah rumah. Atap melindungi seisi rumah dari panas, hujan, angin dan pengaruh cuaca lainnya. Untuk itu memilih jenis atap yang tepat dan juga harga yang terjangkau

Harga atap juga selalu berubah-ubah sesuai dengan tingkat perkembangan kebutuhan dan ketersediaan dipasar. Jakarta selalu menjadi patokan harga kemudian dibandingkan berbagai distributor di daerah.
Bagaimanapun juga perkembangan atap akan terus berlangsung dengan ditemukannya bahan atap yang lebih kuat tetapi harga yang lebih kompetitif dengan atap konvensional atau atap yang sudah biasa kita pakai saat ini.

Perkembangan properti dari tahun ketahun terus melesat dengan semakin mendesaknya akan rumah apalagi dikota-kota besar. Maka kebutuhan atap juga akan naik secara signifikan.
Pemerintah dan swasta/pengembang juga membangun perurumahan terutama untuk golongan menengah kebawah seperti rumah minimalis.

Harga atap sirap sekitar 120 ribu rupiah permeter bujur sangkar dengan 80 buah permeternya belum termasuk ongkos pasang. Bahan ini terbuat dari bahan kayu ulin tua dari Kalimantan yang tahan terhadap cuaca. Menahan panas sehingga sirkulasi udara dibawahnya terasa sejuk.
Kelemahannnya sebagai bahan dasar kayu tentu akan mengalami pelapukan sehingga memperpendek usia dan dimakan rayap sehingga memerlukan perawatan dan perbaikan yang teratur. Bahan ini juga sudah mulai langka sehingga jarang pemilik rumah menggunakan jenis atap ini.

Harga genteng beton sekitar 99 ribu rupiah permeternya dan jumlah sekitar 10 buah. Bahan yang digunakan terbuat dari semen dan diperkuat matrik atau serat serat aditif, enamel, plastik, logam tipis dan bahan lainnya. Bahan ini tahan api dan kelemahannya bobotnya juga cukup berat dan lebih berat dari genteng keramik.

Harga genteng metal sekitar 112.000 ribu rupiah permeternya. Sesuai dengan namanya bahan yang terbuat dari logam anti karat dan bentuknya ada seperti sirap dan ada seperti genteng keramik. Bahan ini juga tahan api dan bebas dari perawatan. Bahan ini juga dapat di daur ulang, berbobot cukup ringan dan membutuhkan dudukan atap yang harus kuat.

Harga atap seng 45.000 rupiah perlembarnya dengan ukuran 2 x 1 meter tetapi itu juga sangat tergantung ketebalan dari seng tersebut. Bisa dibilang bahan ini termasuk yang termurah. Kelemahannya adalah dalam waktu tertentu akan berkarat. Pemasangan dipaku satu sama lain, kelemahan lain adalah siftatnya yang tidak dapat menahan panas.

Harga atap asbes sekitar 60.000 perlembar dengan ukuran dan bentuk seperti seng. Harga yang cukup murah dan dapat menahan panas sehingga cukup sejuk dibawahnya. Kelemahannya mudah retak dan dapat membahayakan kesehatan. Debu asbes dapat menyebabkan kanker.

Harga atap polycarbonate Rp 2.400.000 dengan tebal 5 mm dengan ukuran material 2.1 mx 11.6 m dan mungkin material yang cukup mahal. Keunggulan bahan ini tahan panas, tidak berkarat, kuat walau diinjak sekalipun, mudah dalam pemasangannya. Warna ada yang transparan sehingga dapat meneruskan sinar cahaya matahari.

Ini adalah sekilas info harga berbagai bahan material atap, tetapi harga itu tentu berbeda dengan masing-masing kualitas dan ukuran material seperti ketebalan akan mempunyai harga yang berbeda dengan panjang dan lebar yang sama.
Yang terpenting bagi anda adalah kelebihan masing-masing material tersebut dan pemakaian yang sesuai. Anda tentu tidak hanya terpaku dengan harga yang murah tetapi penggunaannya dalam jangka panjang.