Mencari penyebab atap bocor

Atap bocor menjadi hal yang paling menjengkelkan apalagi ketika sedang hujan. Biasanya saat itulah kita mencari penyebabnya. Hal itu lumrah karena pada saat hujanlah sebenarnya dapat diketahui sumber air datang dan dengan pasti tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki yang bocor walau sementara menampung terlebih dahulu air dari kebocoran tersebut.



Hal yang mungkin lagi terjadi bahwa terjadi salah analisa penyebab kebocoran. Hal ini kebocoran yang datang bukan hanya disebabkan karena atap yang bocor tetapi karena talangnya yang sudah rapuh atau bahkan karena kondensasi.
Kemungkinan lain karena talang sudah dipenuhi oleh sampah seperti dedaunan sehingga menghambat laju air turun kebawah dan menyebabkan 'overflow' dari talang. Untuk itu perlu anda analisa dengan hati-hati untuk memastikan penyebab kebocoran dan penyebab-penyebab lain dari kebocoran.

Kebocoran yang paling mungkin terjadi adalah akibat usia atap yang telah tua, baik kerangka atap maupun atapnya sendiri. Apalagi kerangka atap yang masih menggunakan kayu. Seperti yang diketahui kayu akan cepat dimakan rayap demikian juga dengan kelembaban seperti terkena air akan lebih mudah pembusukan dari kerangka atap dari kayu tersebut.
Untuk itu dicari bahan lain yang lebih tahan terhadap rayap dan air. Kerangka atap baja ringan adalah salah satu contoh pemakaian yang sangat populer saat ini untuk menggantikan kerangka atap dari kayu.

Untuk jenis atap sendiri paling populer selama ini adalah genteng keramik sedangkan atap yang terbuat dari seng sudah semakin jarang pemakaiannya karena dengan mudah terkena karat. Selain itu semakin berkembangnya bahan untuk atap seperti geneng metal yang membuat atap lebih kuat dan harga juga semakin bersaing dengan bahan atap yang selama ini sudah ada.

Untuk genteng keramik kebocoran yang sering terjadi adalah karena genteng yang pecah atau telah retak. Dan yang paling sering kejadian adalah pergeseran dari genteng itu sendiri dari nok nya dimana fungsi dari nok tersebut adalah  membuat keterikatan antara satu genteng dengan dengan yang lainnya.
Pergeseran dari nok genteng tersebut bisa disebabkan bermacam-macam seperti hujan yang sangat deras yang dapat mengakibatkan pergeseran nok nya.
Perbaikan seperti ini memang cukup gampang apabila kita sudah menemukan genteng yang bergeser cukup dengan mengembalikan pada posisi semula atau apabila gentengnya sudah tidak memungkinkan bisa diganti dengan yang baru dengan ukuran yang sama tentunya.

Pemeliharaan dari pada genteng-genteng itu perlu dilakukan secara berkala terutama dengan posisi-posisinya. Hal ini jarang dilakukan oleh pemilik rumah karena naik ke atap memang cukup repot dan berbahaya sehingga mereka melakukan perbaikan setelah terjadi kebocoran dengan menyuruh tukang.



Apabila ada pepohonan sekita rumah terutama mengenai atap rumah maka sangat perlu pembersihan secara rutin. Daun-daunan yang membusuk akan dengan cepat akan merusak atap atau talang.
Atap beton adalah salah satu jenis atap yang tidak akan mengalami kebocoran. Hanya saja perlu dikontrol bagian-bagian yang telah mengalami keretakan dan mencegah rembesan air.
Menggunakan waterprofing juga adalah salah satu cara untuk mencegah kebocoran terutama pada sambungan-sambungan pada atap atau pada talang air sekalipun.

Setiap material atap atau desainnya punya kelebihan masing-masing. Jika kita ingin atap bebas dari bocor sebenarnya cukup sederhana. Periksa secara berkala atap, jangan hanya pada musim hujan justru bukan pada musim hujan jika terjadi perbaikan sehingga lebih mudah dalam pelaksanaannya.

No comments:

Post a Comment