Mencoba atap terbaru nonkonvensional

Banyak orang mencoba atap baru nonkonvensional, hal ini disebabkan produk atap terbaru dari waktu-kewaktu selalu bermunculan dengan menawarkan berbagai keunggulan dan juga harga yang kompetitif dengan harga murah dan lebih baik dari material konvensional yang biasa telah dipakai selama ini. Bahan-bahan seperti seng, genteng keramik, genteng beton dan sebaginya telah lama dipakai dan paling umum digunakan selama ini.



Bagaimanapun juga atap merupakan mahkota dari sebuah rumah. Untuk itu atap bukan hanya sekedar penahan hujan dan panas untuk orang yang berlindung dibawahnya. Atap juga merupakan dekorasi dari sebuah rumah. Desain atap dan bahan yang digunakan sangat menentukan keindahan rumah itu sendiri. Sebagai contoh saja rumah yang masih menggunakan atap seng dengan atap yang menggunakan genteng keramik atau genteng metal pasti memberikan kesan yang berbeda terhadap rumah tersebut.
Untuk itu proden atap bukan hanya menghasilkan atap yang murah tetapi bentuk dan desain yang menarik.

Sebagai contoh saja atap PVC muncul belakangan yang banyak digunakan saat ini. Pada awalnya pemakaiannya sangat terbatas seperti kanopi atau atap untuk jemuran karena ada pilihan warna yang transparan dan juga dipakai untuk menerangi berbagi tempat di dalam rumah agar cukup pencahaan matahari dengan memakai bebarapa lembar saja yang tembus cahaya.
Saat ini atap PVC juga sudah banyak menggunakan untuk keseluruhan atap karena sifatnya yang kuat, tahan karat dan pemasangannya juga cukup mudah dan juga dijual dalam bentuk lembaran dan banyak digunakan untuk atap rumah maupun atap pabrik, gudang dan sebagainya.

Saat ini juga telah muncul atap aspal yang mulai diminati masyarakat dengan teknologi yang terbaru. Bentuk atap yang dijual dalam lembaran dan juga seperti bentuk sirap. Keunikan dari atap ini adalah bersifat lentur seperti lembaran karet yang tebal.
Hanya saja pemasangan dari atap ini memerlukan keahlian khusus. Material ini sudah ditawarkan kepada umum dengan sekaligus dengan ongkos pasang dan uniknya jika dalam pemasangan ada kebocoran dan kerusakan langsung ada penggantinya tanpa ada biaya tambahan.

Harga dipasaran sekitar 300.000 rupiah per meter dan garansi sampai 20 tahun dan bentuk atap yang dijual ada yang datar dan juga yang bergelombang.seperti seng. Desain lain ada juga yang dijual seperti bentuk genteng sehingga bisa disesuaikan dengan genteng yang telah ada sebelumnya jika genteng atap anda pecah atau rusak.



Setiap bahan atap mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Hal ini mengakibatkan persaingan harga dipasaran. Bagi pengguna pasti dipilih bahan atap yang kuat dan tahan lama serta dekorasi yang baik untuk atap rumah tetapi harga yang termurah.
Hal ini juga menjadi perhatian serius bagi pengembang untuk perumahan baik yang untuk menengah kebawah atau properti yang mewah.

Unruk produsen atap juga akan mengembangkan bahan-bahan atap terbaru selain itu tentu saja memperbaiki kualitas bahan atap yang sudah ada dengan mencoba harga yang kompetitif. Maka mesin-mesin untuk pembuat atap juga berkembang dengan bekerja seefisien mungkin dan menghasilkan bahan atap yang berkualitas.

Selain bahan untuk atap juga yang paling penting adalah penopang atau rangka atap. Kayu adalah rangka atap yang sudah sangat lama dipakai. Sekarang bermunculan rangka baru yang lebih tahan lama seperti rangka atap baja ringan yang lebih kuat dan harga juga tidak erlalu jauh dengan kayu. Apalagi kelemahan kayu tidak tahan terhadap kelembaban maka rangka atap baja ringan adalah salah satu jawabannya.

Bahan atap tentu disesuaikan dengan penggunaannya. Bahan untuk atap rumah tentu saja berbeda dengan atap yang digunakan dengan untuk kanopi atau atap yang digunakan untuk pabrik ataupun pergudangan.

Ini adalah sekadar contoh perkembangan teknologi bahan untuk atap yang menghasilkan kualitas bahan yang terus berkembang dengan keunggulan dari bahan yang telah ada sebelumnya. Harga juga menjadi pertimbangan utama dengan tidak berbeda dengan bahan konvensional yang telah ada dan harga tersebut juga akan mengalami penurunan jika produk yang telah ada banyak peminat dan produsen yang sejenis juga bertambah.

No comments:

Post a Comment